"Beri kami waktu satu tahun. Apabila diridhoi oleh-Nya untuk memimpin Sumatera Selatan dan satu tahun sejak dilantik tidak berhasil menerapkan Berobat Gratis dan Sekolah Gratis untuk masyarakat Sumatera Selatan, kami akan mundur."
Quote itu saya baca di sebuah harian lokal terbitan Palembang. Itu adalah iklan kampanye pasangan calon gubernur Alex Noerdin dan Eddy Yusuf.
Seperti di beberapa iklan provider seluler, apakah ada clue berupa syarat dan ketentuan berlaku namun belum atau lupa dicantumkan dalam iklan kampanye tersebut. Membaca iklan itu, semoga saya tidak salah tafsir, pun demikian dengan masyarakat di Sumatera Selatan lainnya. Dikatakan, mereka akan menerapkan berobat gratis dan sekolah gratis untuk masyarakat Sumsel.
Menurut pemahaman saya, itu akan berlaku untuk seluruh masyarakat yang tercatat atau memiliki KTP di wilayah Sumatera Selatan. Artinya, saya selaku warga negara yang memiliki KTP di wilayah Sumatera Selatan berhak mendapatkan fasilitas berobat secara gratis maupun sekolah gratis. Bila memang itu yang terjadi, berapa besar APBD Sumatera Selatan sehingga mampu memberikan fasilitas wah tersebut?
Mengapa saya sebut wah ... karena, untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan tentu membutuhkan biaya yang sangat besar mulai dari pengadaan alat-alat kesehatan hingga obat-obatan juga untuk membayar "upah" dokter, perawat, dan staf pendukung lainnya. Lalu untuk menyediakan fasilitas sekolah gratis, apakah yang dimaksud di sini hanya untuk anak SD, SMP, SMA, atau juga berlaku untuk level strata 1 hingga strata 3 ?
Kepada pasangan calon gubernur, bila memang hendak menerapkan Sumsel cerdas dan sehat, maka marilah memulai kampanye secara sehat dan juga cerdas. Artinya, jelaskan sedetil mungkin apa yang dimaksud dengan berobat gratis dan sekolah gratis.
Asumsi saya, program berobat gratis dan sekolah gratis yang dimaksud adalah dengan membangun satu rumah sakit dan satu sekolah yang baru. Berobat gratis hanya diperuntukkan kepada mereka yang tidak mampu dan betul-betul membutuhkan pelayanan medis yang layak. Pun demikian dengan sekolah gratis adalah dengan menyeleksi calon siswa dengan kriteria tertentu dan dibebaskan seluruh biaya yang berhubungan dengan proses belajar mengajar.
Nah ... bila memang itu yang dimaksud, saya pikir tak perlulah menjadi gubernur dan wakil gubernur. Pengusaha sukses dengan modal sekitar 100 milyar, sudah bisa menerapkan program tersebut. Apalagi bila program tersebut berjalan dengan baik dan mulus, bisa dipastikan akan banyak donasi sukarela yang mengalir di dua program tersebut.
Maka ... mana yang dipilih, menjadi gubernur dan wakil gubernur lantas menerapkan berobat gratis dan sekolah gratis atau memilih menyehatkan dan mencerdaskan anak bangsa lalu menjadi gubernur abadi di hati mereka ?
catatan:
tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan pasangan calon gubernur tertentu namun lebih kepada mencoba memberikan masukan demi terciptanya tatanan masyarakat dan pemerintahan yang lebih baik lagi dari masa sebelumnya.
August 07, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





0 comments:
Post a Comment