CO.CC:Free Domain

Related Websites

July 20, 2008

Jangan Paksa Saya Mematikan TV !

Tolong ... jangan paksa saya untuk mematikan televisi ! Sungguh ... sedikitpun saya tak akan pernah bisa "membunuh" televisi. Ya .. pasalnya televisi emang gak punya nyawa ... jadi bagaimana mungkin saya bisa mematikan televisi ... heheheheheee ...

Tapi ... tentu saja judul posting yang saya buat bukan bermaksud begitu. Saya tidak mengartikan kata mematikan televisi dengan membunuh televisi karena memang televisi adalah benda mati. Nah, yang dimaksud dengan mematikan televisi di sini adalah sesuai dengan anjuran Koalisi Nasional Hari Tanpa TV (KNHTT).

Hari ini, tanggal 20 Juli 2008 merupakan hari yang dianjurkan untuk tidak menonton acara televisi sehari penuh. Menurut mereka, hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan anak pada TV dan pernyataan keprihatinan masyarakat terhadap isi acara TV yang tidak sehat dan tidak aman untuk anak-anak.

Well ... saya sepakat untuk memilah dan memilih mata acara di televisi. Namun, bila untuk mematikannya hingga sehari penuh, itu yang tidak saya suka. Seperti yang saya katakan di awal, televisi itu benda mati. Dia tak bisa dibunuh dan tak pantas dibunuh ! Justru yang harus dibunuh itu adalah ego untuk menonton acara yang kurang atau bahkan tidak mendidik.
Lantas ... apakah televisi begitu menyeramkan sehingga harus dijauhi dan dibunuh ? Bila itu yang dilakukan ... maaf ... itu tindakan manusia yang menurut logika berpikir saya, bodoh dan sangat naif !

Pasalnya, televisi masih memberikan informasi yang dibutuhkan. Berita seputar korupsi yang dilakukan oleh wakil rakyat dan hamba hukum harus terus dipantau lewat televisi. Informasi cuaca pun sebaiknya tidak lepas dari perhatian. Televisi bukan hanya alat hiburan semata. Lewat kotak kaca ini kita juga bisa belajar tentang alam, kehidupan satwa dan tumbuhan, ilmu pengetahuan, ruang angkasa dan lain sebagainya yang lebih bermanfaat. Dan anak saya butuh tontonan itu. Jangan karena hendak membunuh tikus seekor lantas gudang yang dibakar !

Sudah 10 tahun ini, saya teramat jarang menonton acara di televisi. Itu karena kesibukan saya dengan berbagai aktivitas yang tidak melibatkan televisi. Pun demikian dengan anak dan isteri saya. Padahal, kami punya tiga (3) pesawat televisi. Satu di ruang tamu, satu di kamar saya, satunya lagi buat maen PS. Bahkan, bila kami "berlibur" ke rumah orangtua, di setiap kamar tidur pasti ada televisi. Namun, tidak semua yang ada di situ lantas beramai-ramai mengumpul di depan televisi masing-masing seharian penuh ...

ooo ... come on ... alangkah piciknya pikiran itu !

Sebetulnya, kegiatan menonton acara televisi itu disebabkan oleh bermacam faktor. Bisa jadi, faktor utama yang mendorong mereka sehingga teramat suka menonton televisi karena tidak punya kerjaan. Ujung-ujungnya, daripada bengong, ngerampok, atau apalah, maka kegiatan yang masuk akal dan "gak bikin dosa" adalah nongkrong di depan televisi. Lah ... bila mereka punya aktivitas yang produktif dan menghaslkan duit, bagaimana mungkin mereka akan seharian nongkrong di depan televisi. Itu kan kurang kerjaan namanya.

Sebetulnya, masih banyak jalan untuk membatasi diri dari tontonan yang kurang apik itu. Pendidikan yang baik dan benar yang dilakukan oleh tenaga pendidik yang betul-betul terdidik bisa membuat anak didik tahu mana yang harus dia kerjakan dan mana yang sebaiknya mereka hindari.

Jadi ... sekali lagi ... jangan anggap saya orang bodoh, begok, dan tolol dengan meminta saya mematikan televisi. Dan saya bukan anak kecil lagi yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan benar. Dan tolong ... katakan saja itu kepada anak anda yang belum bisa membedakan tontonan yang baik dan benar.

Dan perlu sekali lagi saya tegaskan ... anak saya mau minum obat saat dia sakit setelah habis nonton iklan obat batuk untuk anak-anak di sebuah iklan televisi. Juga, dia suka minum susu karena kerap menonton iklan susu coklat yang beraneka rasa. Dan dia pintar menjaga adiknya yg masih bersusia 2 tahun karena sering nonton serial anak, Entong ! Dan dia gak mau bergaul sama anak nakal juga setelah nonton Entong !

---
info soal anjuran ini bisa juga dibaca di link berikut:

2 comments:

suzan said...

sepakat pak, tanpa tivi sama aja tanpa hiburan bagi rakyat yang golongan menengah kebawah karena bagi mereka tivi sudah menjadi hiburan utama, nah bagi kita yang kerja di televisi, kalo televisi dimatiin yang sama aja matiin kita dung... !!!!

SiCunit said...

Ah, saya mah nggak masyalah nggak ada TV juga.
Yang penting ada laptop ato komputer, udah aman.
Tambah aman kalo ada koneksi internet.
Tambah aman lagi kalo koneksi internetnya larinya kenceng banget.
*pendapat orang yang jarang nonton TV*