CO.CC:Free Domain

Related Websites

June 01, 2008

Tarif Internet Bakal Turun

Semoga info soal bakal turunnya tarif internet ini gak sekedar lips service alias asal bunyi. Rencananya, penurunan tarif ini mencapai 20 hingga 40 persen. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh saat konfrensi pers usai acara dialog publik lintas generasi tentang kebangkitan teknologi informatika dan komunikasi nasional di City of Tomorrow Surabaya, Sabtu (31/5/2008). Menurut Nuh, kebijakan ini akan diberlakukan per bulan Juli 2008.

Beberapa waktu lalu, pemerintah juga sudah mengeluarkan regulasi soal penurunan tarif seluler. Betul bahwa ada penurunan, namun tetap saja mash terkesan mahal dan ribet hanya sekedar untuk mendapatkan tarif murah. Kalo pun ada operator yg sudah menerapkan tarif murah, namun gak didukung dengan kualitas jaringan alias masih dering terjadi drop call atau malah gak tersambung sama sekali. Lucunya, nomor yang dihubungi dikatakan tidak aktif atau belum terdaftar. Walah … kalo dah begini, rasanya percuma saja.

Sudah seharusnya, kita bisa menikmati tarif yang sangat murah. Kalo dilihat dari pasar, jelas Indonesia merupakan pasar yang amat besar. Dengan kata lain, berapapun investasi yang dilakukan pemerintah di bidang teknologi layanan internet bisa diprediksi bakal cepat balik modal. Itu dengan catatan bila para petinggi di republik ini sepakat untuk mencerdaskan rakyatnya.

Selalu saja, saya membandingkan dengan dua negara tetangga terdekat yaitu Singapura dan Malaysia. Jumlah penduduk di dua negeri itu tak sebanyak di sini. Kalo soal jumlah investasi di bidang teknologi informasi, sepertinya juga gak jauh-jauh beda bila dimplementasikan di sini. Yang membedakan adalah “regulasi” di negara masing-masing.

Menurut teman saya yg saat ini sedang mengambil program doktoral di Malaysia, saat ini pemerintah malaysia sedang promosi layanan internet dengan speed 4 Mbps. Dan itu hanya ditebus dengan harga kurang dari Rp 200.000. Tadinya, dengan harga segitu mereka menikmati speed 1 Mbps. Coba bayangkan dengan kualitas layanan dan mekanisme pentarifan di republik ini. Speedy aja hanya berani kasih speed 384 kbps itu pun dengan harga Rp 750.000 + Ppn. Bersyukur, saat ini speedy dah berbenah dan sedang menaikkan speed mencapai 1 Mbps. Namun, harga yang ditawarkan masih belum terjangkau.

Nah, mudah-mudahan dengan penurunan tarif layanan antara 20% - 40% ini akan membuat penetrasi internet di republik ini menjadi makin meluas. Dampaknya apalagi kalo bukan makin berkembangnya dunia teknologi informasi di republik ini.

Cuma … apa sich yang menjadi kendala untuk menyamakan tarif layanan internet di sini dengan di Singapura atau di Malaysia ? Kenapa harga BBM bisa dibikin dan hendak dibikin sama dengan di luar negeri sedang tarif layanan internet malah diterapkan sebaliknya … ?

0 comments: